Saat senja nanti, akan kukemas genangan rasa cinta ini
Aku tahu itu terlalu singkat. Tapi hatiku sudah mendalam. Aku terlalu percaya padanya. Aku yang merasa cocok dalam banyak hal. Aku yang diterima apa adanya diriku. Aku menjadi nyaman tanpa tahu latar belakangnya.
Meski sudah menjauh tetap saja dia terus merajuk. Aku terlihat kuat di luar, tapi aku lemah karenanya. Aku berkali menghindar. Aku pergi mencari hati yang lain, tapi tetap saja kembali pulang padanya.
Hingga kenangan-kenangan manis tercipta. Sekali lagi terlalu singkat tapi melekat satu sama lain. sampai aku berada di titik terendah.
Semesta pun tak lagi mendukung. Semesta memisahkan. Jarak itu semakin jauh. Aku patah tapi aku berusaha bangkit. Takdir berkata lain. Aku tak punya harapan. Aku menyimpannya dalam di lubuk hati. Tapi aku belajar membuka hati dan melanjutkan hidup.
Aku kira tak lagi ada kesempatan. Aku kira akan mudah melupa ternyata aku merasakan rindu diam-diam menusuk relung hati. Tuhan, aku masih menyimpan rasa itu.
Waktu bergulir hingga berita itu sampai. Ah, dia berubah banyak tapi aku tak tahu isi hatinya. Dia terlihat bahagia sampai aku tak memiliki keberanian sekedar bertanya.
Namun semesta seakan kembali mendukung dan semua mengalir hingga masa kini. Jeda waktu puluhan tak menghapus rasa di antara dua hati. Cinta perlahan kembali membara. Rasa memiliki satu sama lain masih tetap sama.
Aku bahkan hampir gila dibuatnya ketika badai menghadang. Memghilang tanpa sepatah kata. Aku jatuh sejatuhnya. Namun aku berusaha sembuh dengan sekuat upaya yang kumiliki. sampai akhirnya semesta membawanya kembali.
Rasaku pun tetap sama meski lukanya tak pernah lupa. Aku masih tulus mencintainya. Aku menerima apa adanya. Aku memaafkan setiap kesalahannya.
Namun semuanya tak semudah itu. Aku seringkali melemah. Aku berusaha kuat karena cintanya. Janji manisnya namun seringkali dilanggar. Aku merasa tak mampu, sampai kapanpun aku akan kalah. Aku memilih menyerah karena keadaan.
Namun aku mencintainya selama enam belas tahun...
Apakah cukup sampai di situ? sampai aku disadarkan, bahwa aku sudah berjanji mencintainya hingga akhir nafasku...
Aku yang memilih jalan ini
Aku terima semua rasa sakitku melepaskan
Aku akan tetap hidup
Seperti pinta terakhirnya, agar bisa terus mendoakannya
Doaku akan selalu tertuju untuknya
Bagiku mencintainya sama dengan mendoakannya
Dan cintaku tetap selamanya untuknya
Hingga waktu kematianku tiba
Aku sudah tidak mengganggu kamu lagi ya
Aku tidak pergi, masih tetap di sini dengan perasan yang sama
Cuma aku pelan pelan melepaskan rasa ini
Karena nyatanya aku sama kamu tidak akan pernah bisa bersama
Kalau ditanya masih sayang? Aku masih sayang sama kamu
Tapi bagaimanapun aku tetap saja tidak bisa bikin kamu jadi milikku, begitupun sebaliknya.
Semoga selalu dilingkupi kebahagian dengan pilihanmu yang jadi takdirmu
Awalnya ku bisa bertahan
Namun perlahan ku tak tahan
Biar saja aku yang mengalah
Aku saja yang terluka
Biar hatiku yang kalah
Bahagia dengannya
Lepaskan saja diriku
Ku tak apa jika kau bahagia
Na...nana...nana...nana...
Na...nana...nana...nana...
Kuawali hariku dengan mendoakanmu
Agar selalu sehat dan bahagia di sana
Sebelum kau melupakanku lebih jauh
Sebelum kau meninggalkanku lebih jauh