Monday, April 24, 2023

Senja di April

 


Ada bahagia yang memenuhi seluruh ruang hati
Ada sedih yang diam-diam mengintai diri 
Tapi aku masih punya rasa yang sama
Tentang sayang
Tentang cinta 
Dan tentang rindu 
Di Bulan April 

Tuesday, March 21, 2023

Senja ke - 15

 


Apakah masih sama senja ke- 15 kali ini? 

Aku mengenalnya cukup lama dan berharap akan tetap sama sampai kapanpun.  Sampai aku menutup mata. Aku tak pernah pergi kemana-mana dan tetap di sini. Hanya saja akhir-akhir ini aku tak melihatnya dengan serius. Tapi aku selalu bertanya-tanya, seindah apakah dia? Sedang bagimana kondisinya? 

Ingin rasanya menunggunya datang dan berbicara padanya tapi apa dayanya. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri sehingga sering melewatkan senja begitu saja. Padahal aku sadar, setiap melihatnya aku memiliki makna, merasakan hangat menjalar ke sekujur tubuhku dan menghadirkan senyum. Senyum termanis yang membuatnya akan selalu datang padaku. 

Sekali lagi hanya soal waktu dan aku masih menantinya hadir dengan rona jingga yang kadang memantu ke wajahku hingga memerah ditatapnya....

Wednesday, February 15, 2023

Senja dan Kenangan




Sejak kapan aku menyukai sejak? Sejak lama sebelum mengenalmu.

Sejatinya aku sudah duduk di teras menunggu magrib sambil memandang langit yang perlahan gelap. 

Aku tak peduli apa kata tetua, perempuan jangan duduk di luar di waktu magrib.

Aku menikmati warna langit yang berubah jingga menawan. 

Sampai tibalah aku mengenalmu

Lelaki yang menyukai senja sepertiku. 

Kapan terakhir kali menikmati senja bersama? 

Senja dan kenangan...

Friday, February 3, 2023

Senja dan Awan

 


Dua hal yang aku lihat, moment senja dan awan yang menggelayut di atasnya. Aku seperti melihat keadaanku. 

Aku ingin menikmati senja dengan leluasa, tapi awan sepertinya ingin menghalangi. Seperti cinta yang terhalang keadaan? Entahlah...

Aku tak pernah bisa beranjak pergi ketika senja menyapa, aku selaku setia menunggu hangatnya. Sampai kapan? Sampai aku menutup mata untuk selamanya....

Monday, January 16, 2023

Senja di Kiram Park

 



Dua belas tahun jarak waktu untukku bisa kembali ke kota ini. Sahabatku adalah satu-satunya alasanku untuk kembali ke sini. Dan tanggal dua puluh satu Desember adalah waktu yang kutunggu-tunggu untuk sampai di sini. Perjalanan dari rumah, naik pesawat hingga sampai di bandara berjalan lancar. satu hal yang gak berubah dari kota ini, tetap saja panas seperti dua belas tahun lalu. Aku yang terbiasa tinggal di cuaca dingin cenderung sejuk, tentu saja seperti disengat begitu matahari menimpa ujung kepalaku. 
Waktuku tak banyak di sini sehingga hari pertama datang, sahabatku mengajakku ke sini, namanya Kiram Park. Sebuah taman yang luas yang berada di pinggiran kota. Beruntung aku diajak ke sini menjelang sore sehingga bisa menikmati senja di sini. Walau tak nampak terlihat sempurna tapi itu sudah cukup buatku. 
Sebenarnya bukan di sini tempat yang kutuju untuk melihat senja. Tapi kalau sejak awal sudah disambut senja, kenapa tidak. 




Friday, December 2, 2022

Senja Akhir Tahun


 Waktu rasanya berjalan begitu cepat. aku merasa baru kemarin mengalami awal tahun yang cukup berat namun kini sudah di penghujung tahun lagi. 

Aku menikmati senja di cerita ini akhir tahun lalu. Hari-hari cerah masih bisa kunikmati dengan leluasa. Hujan turun tak sesering tahun ini, mungkin aku tak akan bisa melihat senja sebagus ini di akhir tahun ini. 

Musim panen padi masih sama dan sudah usai tapi hujan nyaris turun sepanjang hari menuju akhir tahun. Apakah aku merindukan senja yang sama? antara iya dan tidak, seperti kehidupan ini yang berlalu biarlah berlalu, saatnya menatap ke depan dan apakah sama dengan hari kemarin, Wallahu alam. 

Akhir tahun ini aku akan pergi ke suatu tempat, ya harapanku meski kecil bisa menikmati senja di sana. Aku sudah menentukan tempat untuk menikmati senja, yang bahkan aku sudah melihatnya di tayangan video yang memang bagus banget. Supaya aku punya cerita setiap akhir tahun melihat senja yang bagus. 

Semoga aku beruntung ya.



 

Wednesday, November 2, 2022

Sepotong Senja dan Segelas Teh Manis

 


Aku nyaris lupa bagaimana caranya menulis dengan runut. Padahal itu hanya isi hatiku yang tak terkondisikan. Semestinya aku bisa menuliskan sambil menutup mata, nyatanya ku tetap tak bisa. 
sepertinya aku butuh suasana sepotong senja dan segelas teh manis. 
Tapi segelas teh manis itu terlalu berlebihan karena aku sedang diet. 
Bagaimana kalau teh tawar? Biarkan walau hambar...